TEMPO Interaktif, Jakarta – Surabaya-Masyarakat Tionghoa Surabaya meminta keberadaan Anggodo dan Anggoro tidak dikait-kaitkan dengan Surabaya. “Dia masuk Tionghoa mafioso hitam, padahal di Surabaya seluruhnya Tionghoa putih,” ungkap seorang sumber yang enggan disebut namanya, yang biasa mewakili komunitas Tionghoa dalam berbagai acara.
Sumber tersebut, menambahkan, santernya pemberitaan terkait Anggodo dan Anggoro di media, setidaknya membuat Masyarakat Tionghoa yang umumnya berupakan kaum berduit ini resah.
“Seluruh keluarga Anggodo, sejak dulu dikenal pebisnis hitam dan bandarnya SDSB (semacam permainan judi, red). Tapi dia sudah pindah dari Surabaya sejak 1980 an, jadi sudah tidak ada kaitanya lagi dengan Surabaya,” terang sumber ini.
Di Surabaya, yang menurut dia saat ini terdapat beberapa kelompok bisnis, yang diistilahkannya sebagai ‘naga-naga’ juga telah mengucilkan kelompok Anggodo, yang menurut sumber ini bermarga Ang atau Hung (sebutan di Tionghoa).
Filed under: HUKUM Tagged: | anggodo, buaya, judi, kpk, mafia hitam, sdsb, surabaya, togel